Tentang FLP Jawa Timur

Flpjatim.com,- FLP atas adalah anugerah Tuhan bagi Indonesia, begitu kata sastrawan, Taufik Ismail. Forum Lingkar Pena telah menjadi lokomotif  bagi ribuan penulis-penulis muda, pembaca karya anak bangsa, juga pecinta dunia literasi. Lahir tahun 1997, dan hingga kini FLP setia menemani dunia perbukuan Indonesia dengan karya-karya yang khas.

Tak sedikit pujian dan kritik terhadap FLP. Salah satu pujian, FLP dianggap sebagai organisasi penulis Muslim terbesar di dunia. Dan, bila mengacu pada kata organisasi, mau tak mau setiap yang terlibat dalam FLP menjadi bagian dari unit sosial yang terstruktur dan ter-manage untuk mencapai tujuan bersama.

FLP dikritik sebagai pabrik penulis produktif, namun minim kualitas. Hal tersebut, bisa jadi berawal dari latar belakang mayoritas anggota FLP yang merupakan penulis pemula, berusia muda bahkan juga anak-anak. Mereka berusaha mengekspresikan ide-ide yang mengendap di kepala, lalu mengvisualisasikan ke dalam kata-kata. Proses belajar ini, sebagian diawali dari bekal yang sangat minim. Itulah  yang menyebabkan karya-karya anggota FLP mungkin masih perlu banyak perbaikan. Meskipun begitu, harus diakui, sebagian karya anggota FLP juga ada yang mendapatkan penghargaan baik tingkat nasional maupun internasional.

FLP Jawa Timur berdiri sejak tahun 2000. Sebagai ketua pertama saat itu adalah Yulim. Namun karena vakum, tahun 2004 terjadi pergantian kepengurusan. Bahtiar HS memimpin FLP Jatim sampai dengan 2006. Di masanya, FLP Jatim berkembang dari yang awalnya memiliki 2 cabang menjadi 9 cabang. Berikutnya ketua FLP Jatim dipegang Haikal Hira Habibillah (2006-2008) lalu diteruskan oleh Sinta Yudisia selama dua periode (2008-2010). FLP Jatim semakin berkembang di bawah kepemimpinannya. Tahun 2010, melalui Muswil di Surabaya, Adam Muhammad (Luthfi Hakim) terpilih menjadi ketua. Namun di masanya, kegiatan belum berjalan dengan maksimal. 

Hal ini berlangsung selama lima tahun. Hingga pada Bulan Agustus 2015, diadakan silatwil yang sekaligus muswil, bertempat di Jl. Raya Lebo No.30 Sidoarjo. Dihadiri 9 cabang: Sidoarjo, Surabaya, Malang, Pamekasan, Jember, Lamongan, Gresik, Pasuruan, dan Blitar. Terpilih 4 kandidat ketua FLP jatim. Rafif Amir Ahnaf (FLP Sidoarjo), Fauziah Rahmawati (FLP Malang), Arul Choirullah (FLP Pasuruan), Fahri (FLP Blitar). 

Saat perhitungan suara diperoleh hasil, Rafif Amir Ahnaf 19 suara, Fauziah rahmawati 4 suara, Arul Choirullah 3 suara dan Fahri 1 suara. Maka Rafif Amir Ahnaf terpilih menjadi ketua FLP Jatim periode 2015-2017. Di awal-awal kepengurusan, cabang-cabang yang putus kontak dihubungi kembali. 

Beberapa cabang yang vakum kembali dihidupkan, seperti misalnya Sidoarjo, Kediri, Tuban, Bangkalan, Jember, Probolingo, dan Ngawi. Kegiatan-kegiatan cabang pun mulai aktif. Selain itu, cabang baru yaitu FLP Lumajang dibuka. Hingga saat ini Total ada 17 cabang dan 10 ranting yang aktif dengan total jumlah anggota 642 orang.

Wilayah Jawa Timur sekarang ini memiliki 20 cabang, yaitu FLP cabang Surabaya (Ketua: Ratna W Anggraini), FLP cabang Sidoarjo (Ketua: Ika Safitri), FLP Gresik (Ketua: Fauziyah), FLP cabang Pasuruan (Ketua: Martha), FLP cabang Jombang (Ketua: Tarwiyah), FLP cabang Ngawi (Ketua: Epi Kurniati), FLP Tuban (Ketua: Lilik), dan FLP cabang Malang (Ketua: Gunung Mahendra), FLP Jember (Ketua: Ilham Sadli), dan FLP cabang Lumajang (Ketua:Hasyim Asyhari), FLP Probolinggo (Ketua: Rully Febrianti), dan FLP cabang Blitar (Ketua: Hendra), FLP cabang Kediri (Ketua: Feni), dan FLP cabang Bangkalan (Ketua: Syamsul Arifin), FLP cabang Pamekasan (Ketua: Maftuhatin N), dan FLP cabang Magetan (Ketua: Ahmad Fathan), FLP cabang Lamongan (Ketua: H.R Umar Faruq), FLP Mojokerto (Ketua: Roziqin), FLP Sumenep (Ketua: Fendi Chovi)