TIPS AGAR CERPEN MEMIKAT HATI 🦚

Share:

FLPJatim.com,- Sudah menulis cerpen berurangkali, tetapi tetap tidak percaya diri, kurang inilah, kurang itulah. Nah agar cerpen kalian memikat hati baca tips berikut ya!



♥ Konsistensi

Salah satu kelemahan cerpenis pemula adalah keinginan yang menggebu-gebu menceritakan segala sesuatu yang ada di benak mereka. Kendalikan diri Anda. Usahakan agar cerpen Anda konsisten dari awal sampai akhir.

♥ Judul yang memikat

Judul ibarat mahkota. Judul adalah kepala dari sebuah karangan. Usahakan membuat judul yang semenarik mungkin, yang menggiring calon pembaca untuk membaca lebih lanjut cerpen Anda.

Saran membuat judul oleh M. Fauzil Adhim: 

1. judul sebaiknya singkat dan mudah diingat, 

2. harus mudah diucapkan, 

3. kuat maknanya.


Contoh judul memikat: -CINTA SEMANIS RACUN

-DILARANG MENCINTAI BUNGA-BUNGA

-LELAKI TUA TANPA NAMA

-PONDOK MERTUA INDAH


Contoh judul kurang memikat:

-TUKANG BECAK YANG SETIA

-CINTA TERAKHIR

-ANAK MANJA -PURNAMA DI ATAS RUMAH

-CINTAKU WARNA-WARNI SENJA

-SENJA YANG INDAH

♥ Paragraf pembuka yang membuat penasaran

Paragraf pembuka sedapat mungkin sudah harus bisa menerangkan pokok persoalan yang akan dibicarakan. Pembuka cerita pendek yang tidak langsung mengutarakan pokok persoalan akan cenderung kehilangan daya pikatnya.

♥ Hindari pemborosan kata

Banyak memakai kata-kata yang sama termasuk kesalahan. Misalnya: “Aku menyeduh kopi, lalu aku mencari tempat duduk yang nyaman. Lalu aku menyeruput kopi panasku dengan diam, meskipun di otakku ramai dengan pikiran-pikiranku yang saling bertentangan.”

♥ Perbanyak dialog

Dengan adanya dialog, cerita lebih hidup. Sehingga membaca menjadi pengalaman yang mirip dengan nonton drama atau sinema. Melalui dialog, pembaca merasa dilibatkan dalam cerita.

♥ Diksi (pemilihan kata dan kalimat)

Karena pendek, maka cerpen memiliki ruang yang padat. Kita wajib menyeleksi kata-kata yang akan kita gunakan. Diksi yang digunakan harus mampu mendukung kefokusan plot, tidak justru membuat cerita menjadi mondar-mandir, bertele-tele alias melantur ke sana kemari.

Bagi seorang penulis, membaca karya penulis lain dan membaca apa saja itu perlu. Alasannya, membaca = memperkaya kosakata.

Perbanyak membaca cerpen berkualitas bagus, manfaatnya bertambah kosakata dan inspirasi baru.

Jangan malas untuk membuka-buka kamus, guna menemukan padanan-padanan kata yang lebih indah dan tepat digunakan dalam sebuah kalimat.

Bandingkan dua kalimat berikut, mana yang diksinya lebih terasa?

(a.) Aku akan makan semangkok bakso yang masih panas buatan warung samping kos yang lezatnya minta ampun.

(b.) Aku akan membuat sel-sel lidahku menari salsa dengan kuah bakso racikan kedai samping kos.

♥ Kejutan pada ending (akhir cerita)

Setiap pengarang memang selalu dihadapkan pada pilihan yang sulit dalam menutup cerita. Hanya kecermatanlah yang akan mengantarkan sebuah cerita menjadi karya yang benar-benar utuh.

Hindari membuat akhir cerita yang mudah ditebak. Beri kejutan pada pembaca di akhir cerita. Makin mengejutkan, makin mengesankan.

Maksud efek kejutan itu secara alami. Buatlah pembaca menerima bahwa kejutan itu masuk di akal, tidak klise, apalagi mengada-ada. Ingat, pembaca menyukai kejutan: “Oh, ternyata ....”

Tidak ada komentar