Wedang untuk Ayah

Share:
Flpjatim.com,- Hujan turun di sore hari, Tiwi cemas karena ayahnya belum pulang bekerja. Sedangkan Dito dan Dewa sibuk bermain di ruang tamu. 

Tiwi terus melihat di luar jendela, mengintip ayahnya barangkali datag. di luar hujan semakin deras mengguyur. Hingga halaman rumah tergenang air. 
Wedang untuk Ayah

“Sedang apa kamu Tiwi?” Tanya ibu mengagetkan. 

“Ayah kok belum pulang ya bu, di luar hujan deras sekali.” Kata Tiwi 

“Sebentar lagi ayah juga pulang kok, nggak perlu khawatir. Mungkin ayah sedang berteduh.” Kata Ibu menenangkan. 

“Iya bu.” Jawab Tiwi. 

“Assalamu’alaikum.” 

“Wa’alaikumsalam.” Sahut Tiwi. 

Tiwi bergegas menuju pintu menyambut ayahnya. 

“Ayah datang.” Teriak Tiwi. 

Kedua adiknya ikut berlari menyambut ayah. 

“Ayah..ayah.” Teriak Dito dan Dewa berbarengan. 

Ibu turut menyambut ayah juga. 

“Sudah, biar ayah ganti baju dulu.” Kata Ibu. 

“Ini ayah ada roti buat kalian, dibagi bersama ya.” Perintah ayah. 

Dito lansung menyambar kantong plastik di tangan ayah. Berlari menuju ruang tamu, dari belakang dewa mengikuti. Tiwi membantu membawakan tas ayahnya. 

“Sini biar Tiwi bantu membawa tas ayah.” Kata Tiwi sambil mengambil tas dari tangan ayah. 

Ayah bergegas ke kamar mandi membersihkan diri. 

Setelah dari kamar mandi, ayah ikut bergabung ke ruang tamu. Tiba-tiba ayah berlari menuju kamar mandi sambil menutup mulutnya. Dito ikut berlari menunggu di depan pintu kamar mandi. 

“Ayah kenapa?” Tanya Dito setelah ayah keluar membuka pintu. 

Diikuti Ibu, Tiwi, dan Dewa dari belakang. 

“Ayah baik-baik saja?” Tanya Tiwi. 

“Sepertinya ayah masuk angin.” Kata ibu. 

“Biar Tiwi buatkan wedang jahe madu ya.” Kata Tiwi. 

Tiwi langsung pergi ke dapur meracik wedang jahe madu untuk ayah. Ibu mengambilkan jaket, sedangkan Dito dan Dewa memijat tangan kaki ayah. Keluarga Tiwi saling mengasihi satu sama lain. 

Aroma wedang jahe madu tercium sampai ke ruang tamu. Tiwi bisa membuat wedang jahe karena diajari oleh neneknya ketika berlibur kesana. Jadi, sekarang Tiwi mempraktekkannya. 

“Wedang jahe madu sudah jadi.” Kata Tiwi. 

“Hore..” Sahut Dito dan Dewa berbarengan. 

“Ini obat ajaib untuk ayah..wedang jahe madu buatan Tiwi, bisa menghangatkan badan.” Kata Tiwi sambil memberikan segelas wedang jahe madunya. 

“Terimakasih.” Kata Ayah. 

“Sama-sama.” Jawab Tiwi sambil tersenyum. Tiwi anaknya yang berbakti kepada kedua orang tua, suka membantu ibu menjaga adik-adiknya dan membersihkan rumah.

Penulis:
Ani Marlia [Div Kaderisasi FLP Jawa Timur]

Tidak ada komentar