Sillaturrahim Tokoh ; Bunda Sinta Nyatakan Salut kepada Ketua FLP Jatim




Selasa 26 februari, rombongan FLP Jatim melakukan sillaturrahim ke rumah Bunda Sinta Yudisia, Dewan Pertimbangan FLP yang juga pernah menjabat sebagai Ketua FLP Tahun 2013 – 2017.

Kegiatan ini merupakan eksekusi dari salah satu program Divisi Humas FLP Jatim, yakni Sillaturrahim Tokoh. Dan di hadiri oleh Babe Rafif Amir Ahnaf (Ketua FLP Jatim), Mbak Ani Marlia (Divisi Jarcab), Bunda Retno Fitriyanti (Divisi Danus), Mbak Hiday Nur (Divisi Karya), Sri Hidayati Nur (Divisi Humas) serta Rizal Kurniawan (Divisi Humas FLP Sidoarjo).

Dalam sillaturrahim kali ini, kami banyak ngobrol bersama Bunda Sinta, sharing dari mulai hal-hal sepeleh sampai yang agak berat seputar dunia literasi.

“FLP merupakan organisasi kepenulisan terbesar se Asia bahkan Dunia. Karena memang tidak ada organisasi kepenulisan yang mempunyai cabang sebanyak FLP” kata Bunda Sinta.

Bahkan sampai ketingkat ranting. Semua teroganisir dengan baik. Termasuk pendataan NRA (Nomor Registrer Anggota). Meskipun tujuan orang bergabung bermacam-macam.

“saya juga salut kepada ketua FLP Jatim, Mas Rafif Amir. Karena bisa mengaktifkan kembali FLP Wilayah Jawa Timur” kata beliau. Sementara itu nama yang di sebut tersipu malu. hehe

Disini beliau juga megaskan kembali 3 pilar FLP, yakni
1.      Keislaman : dengan bergabung di FLP semoga semangat keislaman kita juga bertambah sehingga tulisan kita lebih terarah sesuai dengan koridor keislaman.
2.      Keorganisasian : di FLP kita tidak hanya sekedar belajar menulis, akan tetapi kita juga belajar berorganisasi. Mampu merekrut anggota juga mampu mengorganisasinya.
3.      Kekaryaan : dengan belajar menulis melalui program-program yang ada, kita diharapkan mampu menghasilkan karya baik berupa antologi ataupun karya solo.

Membahas kegiatan cabang juga seputar dunia kepenulisan memang tiada habisnya. Hingga tak terasa adzan dhuhur berkumandang. Kami lantas melakukan sholat dhuhur di masjid dekat rumah bunda sinta. Setelah itu kami di jamu makan bakso dan es degan oleh beliau. Sambil terus berdiskusi, kami menikmati jamuan. Hingga tak terasa jam menunjukkan pukul 13.30. saatnya kami pamit pulang.

“bukan naskah yang jelek. Tapi kita yang kurang bisa promosi” pungkas beliau mengakhiri pertemuan kami.

Terima kasih atas sillaturrahminya Bunda Sinta. Dari sini kami mendapatkan banyak ilmu juga motivasi untuk terus melakukan dakwah bilqolam. Dan FLP merupakan salah satu tempat kami berkembang untuk melanjutkan estafet perjuangan ini. (Nur_Sh)

Komentar