Mendidik Bukan Menggurui


Oleh : Ani Marlia
Divisi Jarcab FLP Jawa Timur

            Kenapa sampai sekarang Negara Indonesia dikatakan masih belum merdeka? Padahal, Indonesia memiliki banyak potensi untuk itu. Itu semua terjadi karena penerapan pendidikan pada anak usia dini belum dijalankan dengan baik. Tolak ukur agar indonesia menjadi negara maju yaitu ada pada pendidikan anak usia dini.

Dimana peran seorang guru PAUD sangat penting untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara maju, guru bisa menerapkannya melalui pendidikan karakter di lingkungan sekolah melalui budaya sekolah. Pendidikan tidak dapat dipisahkan dengangn budaya karena proses pendidikan adalah proses pembudayaan.

Dengan mengenalkan nilai-nilai pendidikan karakter pada  anak sejak usia dini yaitu disiplin, jujur, kreatif, kerja keras, mandiri, menghargai orang lain, religius, demokratis, dan lain-lain. Jika pada usia emas tersebut guru salah dalam mengajarkan hal tersebut, kesalahan itu akan terekam pada memori anak hingga mereka dewasa nanti. Yang lebih penting lagi yaitu jangan sampai membentak atau memarahi anak saat mereka tidak bisa atau sdang melakukan kesalahan, karena itu akan berakibat fatal.

Hasil penelitian Lise Gliot, menyimpulan pada anak yang masih dalam pertumbuhan otaknya yakni pada masa golden age suara keras dan membentak yang keluar dari orang tua dapat menggugurkan sel otak yang sedang tumbuh.” Di dalam setiap kepala seorang anak terdapat lebih dari 10 trilyun sel otak yang siap tumbuh. Satu bentakan atau makian mampu membunuh lebih dari 1 milyar sel otak saat itu juga. Satu cubitan atau pukulan mampu membunuh lebih dari 10 milyar sel otak saat itu juga. Sebaliknya satu pujian atau pelukan akan membangun kecerdasan lebih dari 10 trilyun sel otak saat itu juga."

Dan sebagai pendidik atau orang tua sebaikanya tidak mengatakan “Jangan” atau kalimat larangan lainnya. Karena pada saat itu juga anak akan merasa takut untuk mencoba hal-hal yang baru, dan akan berdampak hingga nanti mereka dewasa. Guru yang baik ialah mendidik bukan menggurui.

Komentar