Musykerwil III : FLP Jatim adakan Evaluasi serta Renstra Program Kerja



Menurut guru agama, organisasi itu tak ubahnya kumpulan orang mukmin dalam hadis Bukhari-Muslim: seperti bangunan yang tiap \komponennya menopang satu sama lain. Menurut guru bahasa, organisasi adalah sekumpulan aksara, yang tanpa vocal tak bias bunyi, dan jika konsonan saja akan mati. Kata guru manajemen, organisasi itu kebersamaan dalam pepatah Henry Ford: membangunnya adalah permulaan, menjaganya adalah kemajuan, dan bekerja sama di dalamnya adalah keberhasilan.
Untuk mengawal organisasi yang penuh dinamika, menurut guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, proses yang wajib dilaksanakan, tidak lain tidak bukan, adalah musyawarah. Ini tepat seperti sila keempat Pancasila yang disimbolkan dengan rantai di dada burung garuda: Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Bapak-bapak bangsa kita pastinya adalah orang-orang agamis. Sebabnya, anjuran bermusyawarah ini persis seperti kata Quran surat As Syuraayat 38: Dan (bagi) orang-orang yang mematuhi seruan Tuhannya dan mendirikan salat, sedang urusan mereka diputuskan dengan musyawarah antara mereka….
Nah, merujuk petuah tersebut, pengurus Forum Lingkar Pena (FLP) Jawa Timur periode 2017-2019 kembali mengadakan Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) pada Ahad, 27 Januari 2019. Mukerwil ini adalah yang ketiga dalam perjalanan kerjaka binet An-Nahl.  Yang pertama diadakan di Surabaya pada akhir Januari 2017, yang kedua di Blitar pada 5 Agustus 2017, dan kali ini di kota siwalan, Tuban Bumi Wali.
Jam tujuh pagi, rombongan dari segala penjuru telah sampai di Sanggar Caraka (rumah membaca yang dibangun dan dikelola oleh koordinator divisi Karya, Hiday Nur).  Setelah leyeh-leyeh sesaat lalu sarapan, agenda dimulai dengan sesi curhat pengurus dan anggota FLP Tuban kepada FLP Jatim. Mumpung bertemu, tuan rumah yang terdiri dari Mbak Lilik Umi’e Haris (Penanggung Jawab sementara), Bu Nur sholihah (Divisi Kaderisasi), Mbak Muthya Dee Sa’dia (Divisi Karya), empat anggota baru (Mbak Atin, Kakak Adriana, Mas Danang, dan MbakTitik), disusul dengan Mbak Tyzha dari dvisi Humas, menyampaikan uneg-uneg keorganisasian untuk direspon dengan motivasi dan saran dari Babe Rafif, Umik Rita, Mbak Retno, Kak Teguh, Kak Saif, Kak Hiday, dan Kak Erna. 

Acara dilanjutkan dengan musyawarah kerja. Seperti biasa, agenda mukerwil adalah evaluasi serta rencana program untuk melanjutkan roda kepengurusan. Yang berbeda, dalam kesempatan kali ini adalah ditiadakannya rapat pleno dan komisi. Semua agenda dibahas bareng-bareng dari awal hingga usai.
Dari divisi karya, direncanakan setidaknya ada tiga antologi yang harus diterbitkan hingga akhir periode, serta rencana strategis terkait meningkatkan kualitas maupun kuantitas karya anggota, di antaranya melalui turnamen antar cabang. Dari divisi Jarcab, bahasan tak luput dari bagaimana cara meningkatkan komunikasi antar cabang dan penguatan organisasi di setiap cabang. Dari Humas, agenda silaturahim kepenerbit atau tokoh kepenulisan agaknya harus dprioritaskan. Dari divisi Danus, kerjasama dengan bidang lain penting dilakukan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi kepengurusan. Dari divisi kaderisasi, penting ada pendataan anggota yang telah bernomor registrasi, sehingga migrasi anggota ke grup resmi menjadi salah satu solusi.

Alhamdulillah, musyawarah diakhiri pada jam 16.00 WIB, dilanjutkan dengan wisata like-Beijing ketaman Klenteng Kwan Sing Bio yang disebut sebagai klenteng terbesar di Asia Tenggara dan satu-satunya klenteng yang menghadap kelaut. Usai cuci mata, rombongan meluncur pulang membawa amanah-amanah baru hasil musyawarah. Semoga dimudahkan dalam eksekusinya hingga akhir kepengurusan.
Tak ada balasan bagi kebaikan selain kebaikan. Terimakasih pengurus FLP JawaTimur, terima pengurus dan anggota FLP Tuban, semoga selalu dalam naungan ridho Allah dan keberkahan. Aamiin.. (Hiday-N)




Komentar