Aku dan FLP : Rumah Singgah yang Tak Pernah Usang


Aku mengetahuinya saat ia berusia sekitar delapan tahun atau lebih tepatnya sekitar tahun 2005. Lalu aku mulai mengenalnya sekitar dua tahun kemudian di Yogyakarta. Satu tempat yang konon tercipta dari rindu dan kenangan, lalu aku merasakan kebenarannya sesaat setelah aku benar-benar meninggalkan kota ini. Ah sudahlah, aku mulai terbawa perasaan.
Di usianya yang ke-10 itu, aku mulai mengenal dan berinteraksi langsung dengannya. Saat itu aku seperti seorang anak kecil yang menemukan rumah singgahnya di perantauan. Menemukan hangatnya keluarga, juga menemukan banyak hal lain yang sangat sulit kuungkapkan dengan kata – kata. Hingga ada perkataan seorang kawan saat itu yang hingga kini terhujam kuat di hati, jika kau tak menemukannya di tempat tinggalmu, maka pastikan kaulah yang menjadi pendirinya di sana. Ya, begitulah kiranya yang terjadi kemudian di tempat tinggalku.
Kini aku telah meninggalkan Yogyakarta dan tinggal di lereng timur Gunung Lawu, Kabupaten Magetan, kabupaten paling barat di provinsi Jawa Timur, berbatasan dengan Kabupaten Karanganyar. Di sini aku mendapati bahwa ia masih tertidur, perlu dibangunkan dan digerakkan. Alhamdulillah, kebaikan akan selalu menemukan caranya untuk mewujud jadi kenyataan. Allah mempertemukan dengan orang-orang hebat yang memiliki mimpi yang sama, kembali membangunkan ia yang tengah tertidur. Maka, sebentar lagi tim ini akan dikukuhkan oleh pengurus wilayah dan kami akan bangun, bergerak beriringan bersama teman-teman lainnya di seluruh Jawa Timur, di seluruh dunia, insyaAllah.
Forum Lingkar Pena, dialah yang menjadi rumah singgahku di Yogyakarta, yang penuh kehangatan keluarga dan dinamikanya yang juga istimewa. Lalu, Allah menakdirkanku untuk bertemu kembali dengannya di FLP Jawa Timur yang areanya terluas di Pulau Jawa. Dinamika yang lebih berwarna di tiap cabangnya, semakin memberikan kesadaran padaku bahwa Yogyakarta telah memberikan fondasi yang begitu istimewa. Kini Jawa Timur seolah semakin membuatku paripurna, walau aku yakin tak ada yang paripurna dalam berprosesnya kehidupan.
Bulan ini, ia akan berusia 21 tahun. Usia yang bukan lagi anak – anak, bahkan rasanya sudah memasuki matangnya seorang remaja. Maka, di usia yang semakin matang ini, kulihat ia mengalami banyak pembenahan di segala sisi. Anggotanya pun telah tersebar di berbagai lini dengan kemampuan spesifiknya masing-masing. Selamat menyongsong usia yang ke-21, semoga kian hari senantiasa bertambah kebermanfaatan tak berkesudahan dan menjadi jariah bagi semua anggota maupun penggeraknya. Terima kasih FLP, dimanapun engkau berada, inspirasi itu senantiasa terpancarkan untuk orang-orang di sekitarmu. FLP telah menunjukkan semangat khairunnasanfa’uhumlinnas yang sesungguhnya kepadaku melalui para penggeraknya di berbagai kondisi fisik, mental, dan lingkungan yang tak mendukung sekalipun.

Angga Suprapto, 17.02.2018
Wakil Ketua Forum Lingkar Pena Jawa Timur

Komentar