Kisah Teladan dari Penulis Jawa Timur

Judul Buku : Istana yang Dibangun dari Kata-Kata
Penulis : FLP Jawa Timur
Penerbit : Mejatamu, Sidoarjo
Cetakan: III 2017
tebal : viii + 146 halaman
ISBN : 978-602-6679-20-8
Peresensi : M ivan Aulia Rokhman

Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Satra Indonesia Universitas Dr Soetomo Surabaya

Kisah ini menyebut nilai keteladanan seorang tokoh penulis di Jawa Timur yang sudah menumbuhkan literasi kepenjuru nusantara. Di samping itu pengalaman masuk di Forum Lingkar Pena atau di singkat FLP ini merupakan pemikiran dan niat secara struktural. Apalagi memperjuangkan program yang telah di fasilitasi oleh sesama anggota dan pengurus. Semakin tumbuhnya literasi maka semakin mencinta kratifitas berupa menulis dan membaca.
Istana yang dibangun di atas kata kata berisi tentang kisah keteladanan yang berniat tulus bergabung bersama Forum Lingkar Pena yang teradapat di Jawa Timur. Teruatama cabang yang telah di dirikan mempunyai latar beralakang secara berbeda beda. Bahasa buku ini cukup santai dan bisa menilai dari sebuah cerita yang di tulis. Tujuan dari buku ini bagaimana membangun sinergi demi mewujudkan aspirasi dari penulis yang punya perjalanan secara pribadi. Isi buku cukup mewakili gairah dan gaya versi penulis biar menambah eksistensi dalam berkarya.
Forum Lingkar Pena sudah mengaderkan para penulis yang yang mengontribusi berupa karya sastra yang telah diterbtkan, diantologikan, maupun dibukukan secara tunggal. Dari hasil bacaan pada beberapa kisah tersebut ada beberapa komentar tentang kisah yang di tulis dari segi proses pengaderan anggota dari memasuki adaptasi baru menurut padangan islam.
Forum Lingkar Pena bagiku adalah keluarga, rumah, dan tempat pulang. Karena disana kau bertemu kebahagiaan, keceriaan, kesenangan, tawa lepas, senyum indah, dan ketulusan hati, yang tidak bisa di temukan di tempat lain. Pada keluarga- keluarga lain, kesatuan mungkin bisa didapatkan, mungkin kekompakan dapat dicari, tapi tidak dengan FLP. Ada satu rasa yang hanya di raih dengan kebersamaan, ketulusan, dan kepercayaan, tanpa ada alasan atau perantara, karena semua itu muncul murni dari nurani paling dalam (hal 90).
kKsah Times New Roman Cikal Bakal Diriku karya Ihdina Sabili ini mencermati bagaimana pandangan FLP, sebagai lingkungan kekeluargaan, masyarakat dan kalangan umum yang dianggap dimensi sebagai baru. Ia menyangka berjumpa dengan kawan kawan menjadi buah baru dalam menjalani suasana akrab akrab melalui kecengkaraman antara cerita dengan berdiskusi seputar literasi di Surabaya. Surabaya sebagai literasi menunjukkan pandangan manusia yang bergaya islami mampu menyampaikan dakwah melalui tulisan mampu stimulasi pengetahuan dan menggali wawasan para pembaca. FLP surabaya dari tahun ke tahun selalu mendapatkan apresiasi dari beberapa tokoh. Bahkan menghasilkan para peraih penghargaan yang menjadikan kekuatan emas bagi seorang muda juga menghasilkan kerja keras dalam sebuah pengorbanan dan karya telah terkenal oleh para penulis lainnya. Maka bagi penulis menemukan kesegaran yang selalu di pertemukan dan bekerjasama dalam kebaikan.
Menulis! Menulis! Menulis!  Kata kata itu sering saya teriakkan pada diri sendiri. Menulislah agar apa yang kau pikirkan tak hangus jadi debu. Menulislah agar kau dapat berbagi! Menulislah siapa tahu itu menjadi ladang amal yang terus mengalir meski jasadmu telah tertelan bumi. Menulislah! Namun semua teriakan itu membentur dinding lalu menguap, tak menembus hati dan tak cukup kuat untuk menggerakkan tangan untuk memegan pena atau menatih jari di atas keyboard kemudian bersenang – senang bermain kata (hal 64)
Kisah berkah jadi FLPer karya Hidayati Nur dari FLP Tuban mencoba untuk menulis untuk membangun ide  melalui kata – kata dituangkan melalui sebuah lembar kosong, menulis tak hanya menggerak otak dan tangan tetapi menjadi amal jariyah jika menghasilkan sebuah karya yang dibuat. Jadi kisah ini menjadi inspirasi bagi kita semua.

Komentar