Keseruan Munas IV FLP di Bandung Bgaian-2


Mendung bergelayut di atas Kota Bandung. Pagi ini sudah mulai tercium intrik timses dari masing-masing calon untuk mensukseskan agar calon mereka yang menang. Lobi kanan-kiri mulai terendus. Suasana mendung pagi itu menjadi sedikit gerah meskipun sebelum malam harinya para anggota delegasi terkantuk-kantuk menyelesaikan tugas di komisi. Meski demikian tak sedikitpun dari mereka yang menampakkan lelahnya.
Sabtu pagi pukul 08.20 sidang pleno ke III, IV dan V dalam rangka pemaparan dari masing-masing komisi digelar. Pada sidang pleno III dibacakan hasil musyawarah komisi B yang dipimpin oleh pimpinan sidang Bunda Umi Kulsum dari FLP Jatim. Setelah disahkan oleh pimpinan sidang, dilanjutkan dengan pembacaan hasil musyawarah komisi C yang dipimpin dan disahkan oleh Fahrudin Ahmad. Sedangkan sidang pembacaan hasil musyawarah komisi A dipimpin dan disahkan oleh Alimin, Pengurus FLP wilayah NTB. Dan akhirnya sidang pleno selesai pukul 11.30, kemudian dilanjutkan ishoma.
Penjaringan Nama Calon Dewan Pertimbangan dan Ketua Umum FLP dimulai pada pukul 13.00 dalam sidang pleno VI. Muncul nama-nama besar yang diusulkan oleh ketua wilayah yaitu Afifah Afra, Gegge Mapangewa, Habiburrahman  El-Shirazy, Ibnu HS, Rahmadianty Rusdi, Ali Muakhir, Muthi Masfua’ah dan Topik Mulyana. Namun pada penjaringan awal Afifah Afra dan Gegge Mapangewa mengundurkan diri karena ada sesuatu hal. Akhirnya dilakukan voting dengan 6 calon kandidat dan menghasilkan 80 suara untuk Rahmadianti, 32 suara untuk Ali Muakhir, 57 suara untuk Kang Abik, 2 suara untuk Muthi Masfuah, 4 suara untuk Ibnu HS, dan 2 suara untuk Topik Mulyana.
Merujuk AD-ART FLP maka forum menyepakati bahwa anggota Dewan Pertimbangan Pusat FLP adalah 3 orang mantan ketum, 3 orang yang meraih suara tertinggi, dan 3 orang pendiri FLP. Sehingga muncullah nama-nama yang kemudian dilakukan voting kembali, dan pada finalnya terpilihnya M.Irfan Hidayatullah sebagai ketua Dewan Pertimbangan Pusat periode 2017-2021. Setelah terpilihnya ketua DPP Pusat, maka acara dilanjutkan dengan sidang pleno VII yaitu penjaringan ketua umum FLP Pusat. Setelah dilakukan penjaringan oleh pimpinan sidang akhirnya muncullah nama-nama kandidat diantaranya Afifah Afra, Ganjar Widhiayoga, Yanuardi Syukur, S. Gegge Mapangewa dan Sudianto. Namun lagi-lagi sebelum diadakan penyampaian visi-misi S. Gegge Mapangewa dan Sudianto mengundurkan diri karena suatu hal, sehingga suara mengerucut kepada 3 nama yaitu Afifah Afra, Ganjar Widhiayoga, dan Yanuardi Syukur.
Pemilihan ketua umum memang lebih menarik daripada ketua DPP FLP, berbagai lobi terjadi. Peserta munas mulai menimbang-timbang dan mengukur siapakah gerangan yang pantas dan mampu mengemban amanah menjadi Ketua Umum FLP, mengingat Ketua Umum harus mampu mengemban amanah 4 tahun kedepan, membawa FLP menjadi organisasi yang lebih maju tidak hanya dalam hal kuantitas tetapi juga kualitas. Selain itu FLP yang baru saja menjalani kerjasama dengan Kementrian terkait dengan percepatan minat baca tidak hanya kepada masyarakat namun juga merambah di lapas-lapas seluruh Indonesia. Tentunya hal ini menjadi PR bersama untuk saling berbenah di tubuh FLP. Sehingga semua anggota FLP mampu mengemban tugas yang diberikah oleh pemerintah. Sedangkan pendiri FLP Bunda Helvy Tiana Rosa berharap kepada calon FLP yang terpilih agar lebih berani dalam mengembangkan literasi. Seperti mengadakan Festival Literasi sedunia.
Acara sempat di skors untuk coffee break. Pukul 16.30 acara dilanjut dengan Presentasi dari sponsor dalam hal ini kaskus. Kaskus merupakan sebuah aplikasi online terbesar di Indonesia buatan anak negeri. Saat ini Kaskus bisa digunakan untuk menyalurkan hobi dibidang literasi, sehingga Kaskus diharapkan menjadi media sosial yang dapat menjadi alat untuk meningkatkan baca masyarakat Indonesia. Acara Kaskus selesai hingga pukul 18.00. Kemudian acara dilanjutkan dengan ishoma hingga pukul 20.00
Sambil menunggu acara dimulai, peserta munas memenuhi stand-stand yang disediakan oleh panitia. Mereka memborong buku-buku dan souvenir seperti pin, gantungan kunci, kaos dan makanan serta barang-barang kerajinan sebagai cinderamata. Pukul 20.00 acara dimulai dengan seminar singkat dari Choirul Anwar mantan anggota FLP Jepang dan merupakan ilmuwan penemu 4G yang berasal dari Kediri Indonesia. Motivasi oleh Bapak Khoirul ini mampu membius peserta munas untuk selalu meningkatkan dan memajukan literasi di Indonesia dan berbuat yang terbaik untuk negeri. Motivasi ini selesai pukul 20.20 yang kemudian dilanjutkan dengan acara stand up comedy yang dilakukan oleh ketua umum FLP wilayah Jabar Kang Adib dan ditemani oleh komedian kawakan Mas Boim Lebom. Penampilan mereka berdua berhasil membuat mata peserta tak beralih. Para peserta sangat terhibur dan berhasil tertawa tanpa terpaksa.
Pada pukul 21.00 acara dilanjutkan dengan Sidang Pleno VII dan VIII dengan penyampaian visi dan misi oleh calon ketua umum. Mbak Afifah Afra berhasil membuat peserta terkagum-kagum atas konsep kesederhanaan yang diusungnya dalam visi dan misi. Mas Yanuardi Syukur juga turut membuat peserta takjub akan visi dan misinya yang akan mewujudkan FLP go internasional dengan mengadakan festival sastra internasional. Sedangkan Bapak Ganjar Widhiayoga berjanji akan membenahi sistem kaderisasi yang saat ini memang menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh FLP.
AD-ART tentang pemilihan ketua umum pun telah dibacakan oleh pimpinan sidang. Sempat terjadi perdebatan terkait teknis pemilihan yakni teknis akan dilakukan dengan musyawarah mufakat atau voting, Akhirnya setelah dilakukan musyawarah, pemilihan ketua umum dilakukan dengan musywarah mufakat, namun jika musyawarah mufakat belum mendapatkan hasil, maka akan dilakukan voting.
Terjadi tarik ulur dan perdebatan panjang saat dilakukan musyawarah mufakat, hal ini menilik karena masing-masing ketiga kandidat memiliki kualifikasi yang saat ini dibutuhkan oleh FLP. Akhirnya setelah musyawarah mufakat tidak mendapatkan titik terang, pemilihan ketua umum dilakukan dengan voting dan menghasilkan 160 suara untuk Afifah Afra, 44 suara untuk Yanuardi Syukur, 18 suara untuk Ganjar Widhiayoga dan 2 suara tidak sah. Beberapa menit kemudian setelah dibacakan surat keputusan Ibu Afifah Afra selaku ketua umum terpilih menyampaikan pidato kemenangannya. Dengan rasa haru ia menyampaikan bahwa FLP adalah rumah kita dan beliau akan membangun rumah ini dengan kesederhaan dengan selalu meningkatkan kualitas kader FLP. Dan beliau akan memanggil pulang orang-orang FLP yang telah berjaya di luar negeri untuk menularkan ilmunya kepada anggota FLP.
Acara pemilihan ditutup pukul 23.20 yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Nominee FLP Award atau Anugrah Pena FLP. Berikut hasil dari FLP Award periode 2013-2017:
·         kategori Puisi Terpuji  : Percakapan Malam oleh Mohd. Adrijal-Jambi
·         Penulis Resensi Terpuji: M.Ivan Aulia Rohman – Surabaya
·         Artikel/Esai erpuji       : Kontribusi Pesantrean Bagi Indonesia: Analisis dan Historis Peranan para Pendahulu oleh Ezi Azwar Anzaruddin – Hadhramaut Yaman
·         Buku Nonfiksi Terpuji: Lo Gue Butuh Tau LGBT oleh Sinyo – Magelang
·         Cerpen Terpuji            : Keranda Puang oleh Andi Batara Isra – Sulawesi Selatan
·         Novel Terpuji              : Buku ini tidak Dijual oleh Henny Alifah – Yogyakarta
·         Penulis Terpuji            : Gegge Mappangewa – Sulawesi Selatan
·         Penulis Pendatang Baru Terpuji: Sugiarti Nafi’ah – FLP Riau
·         Cabang Terpuji            : FLP Surabaya
·         Wilayah Terpuji           : FLP Riau
Pagi ini, agenda munas adalah foto bersama dan jalan-jalan ke Balai Kota Bandung, mengunjungi Museum Konferensi Asia Afrika dan Alun-Alun Bandung. Setelah sarapan pagi peserta munas berangkat. Mereka sangat senang bisa mengenal Bandung lebih dekat. Acara jalan-jalan dan foto bersama itu akhirnya selesai pukul 11.00. Kemudian acara dilanjutkan dengan seminar tentang Literasi, Kemanusiaan dan Filantropi oleh anggota BSM. Pukul 12.00 acara Musywarah Naional 4 FLP ditutup dengan pembacaan doa oleh delegasi dari cabang Hadramaut-Yaman.
FLP adalah organisasi besar, dengan selesainya Munas 4, diharapkan FLP mampu bersinergi dengan pemerintah dan anggota, mampu menjawab tantangan global, mampu meningkatkan kualitas dan mengembangkan literasi di Indonesia dan dunia. Akhirnya, selamat buat pemenang Anugrah Pena 2017 dan selamat atas terpilihnya Afifah Afra sebagai Ketua Umum FLP Pusat. Semoga ditangan dinginmu FLP semakin jaya. Salam Literasi.

#munas4flp
(Bandung, 04 November 2017)
Oleh: Saif Ahmad



Komentar